Pandemi Covid-19, Pendapatan XL Axiata Naik 7% Jadi Rp13,08 Triliun

Pandemi Covid-19, Pendapatan XL Axiata Naik 7% Jadi Rp13,08 Triliun
Kinerja XL Axiata

P.Andemi Covid-19 yang telah melemahkan sejumlah industri tidak banyak berpengaruh di sektor telekomunikasi. Setidaknya inilah yang dialami XL Axiata. Operator seluler yang identik dengan warna biru ini berhasil mempertahankan pertumbuhan di tengah meningkatnya persaingan antar operator dan masih merebaknya pandemi. Kinerja XL Axiata di semester 1 2020 mencapai pendapatan Rp 13,08 triliun, naik 7% YoY.

Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, mengatakan kebutuhan masyarakat yang luas akan akses internet untuk mendukung kegiatan kerja dan belajar turut membantu XL Axiata di tengah pandemi Covid-19. Lalu lintas penggunaan data meningkat, terutama di bulan-bulan awal pandemi. Namun, kemacetan lalu lintas karena daya beli masyarakat juga melemah akibat penurunan kondisi ekonomi secara umum akibat dampak pandemi.

“Kita tidak tahu sampai kapan epidemi ini akan berakhir, sehingga ke depannya tentunya tantangan dan tekanan yang akan dihadapi oleh industri telekomunikasi, termasuk XL Axiata, tentunya masih akan berat. Dan tentunya Kita harus tetap optimis dan mempersiapkan segala upaya untuk mengantisipasi masa depan, ”kata Dian Siswarini.

Baca juga: Kinerja Indosat Q1 2020: Raih Pendapatan Rp 6,5 Triliun dan Kerugian Rp 605,6 Miliar

Kinerja XL Axiata pada Semester 1 Tahun 2020

XL Axiata berhasil meraup pendapatan Rp 13,08 triliun, naik 7% YoY. Dari angka tersebut, pendapatan jasa mendominasi sebesar Rp. 12,13 triliun, meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Begitu pula pendapatan dari layanan data juga terus tumbuh sebesar 15% dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Serta meningkatkan kontribusinya terhadap total pendapatan jasa perseroan hingga 91%.

Pada semester pertama tahun 2020, XL Axiata juga berhasil mencapai EBITDA sebesar Rp. 6,49 triliun, 37% lebih tinggi dibandingkan perolehan pada semester 1 2019. Laba bersih setelah pajak semester ini tercatat sebesar Rp. 1,7 triliun. Secara triwulanan, pada triwulan II tahun 2020 EBITDA juga berhasil tumbuh 4% lebih tinggi dari triwulan sebelumnya, dan laba bersih setelah pajak mencapai Rp 224 miliar.

Beban usaha pada semester 1 2020 turun 12% dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Penurunan ini dapat terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah biaya infrastruktur yang lebih rendah (-23% YoY) sebagai akibat dari penerapan IFRS 16. Faktor berikutnya adalah biaya interkoneksi dan biaya langsung lainnya juga mengalami penurunan (-21%) YoY), terutama karena interkoneksi. yang lebih rendah sebagai akibat dari penurunan kebisingan lalu lintas. Terakhir, karena faktor biaya pemasaran turun (-6% YoY) akibat pergeseran belanja ke digital.

Dari perspektif keuangan, neraca perusahaan tetap sehat dengan saldo kas yang lebih tinggi setelah menerima tambahan penjualan dari menara. Free Cash Flow (FCF) juga berada pada level yang sehat yaitu Rp. 2,76 triliun, meski ada peningkatan capex untuk merealisasikan komitmen pengembangan jaringan. Perseroan saat ini tidak memiliki pinjaman dalam mata uang dolar AS, 45% di antaranya memiliki suku bunga mengambang dan tidak memiliki tanggal jatuh tempo yang sama.

XL Axiata juga berhasil menjaga jumlah pelanggan. Hingga akhir kuartal kedua tahun 2020, jumlah pelanggan sedikit meningkat menjadi 55,67 juta dari 55,49 di kuartal sebelumnya. Untuk pendapatan rata-rata per pengguna atau ARPU periode kuartal ini sebesar Rp 36 ribu untuk prabayar dan Rp 111 ribu untuk pascabayar. ARPU campuran Rp 37 ribu dari sebelumnya Rp 36 ribu. Tingkat penetrasi pengguna smartphone mencapai 87% dari total pelanggan atau relatif stabil dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 86%.

Kinerja Dian Siswarini XL Axiata

Daya Beli Publik Melemah

Dian menambahkan, melemahnya daya beli masyarakat yang juga berdampak pada operator telah meningkatkan persaingan antar operator. Beberapa operator telah meluncurkan paket data baru dengan harga murah, dengan harapan tingkat lalu lintas dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan dengan memanfaatkan momentum harus bekerja dan belajar dari rumah. Kondisi ini tentunya menambah tekanan pada semua operator meski kondisi saat ini cukup parah.

Baca:  Q2 Apple Menguat Karena Penjualan Naik 225% di China

Menyikapi dinamika industri dan persaingan yang ada, XL Axiata berhati-hati dan penuh perhitungan. Produk atau paket data baru disajikan dengan pertimbangan yang cermat berdasarkan analisis data pola konsumsi layanan oleh pelanggan yang valid. Hasilnya cukup efektif dan sesuai dengan segmen pasar yang dibidik.

Trafik data semester 1 2020 meningkat 45% dibandingkan semester 1 2019, dari 1.531 Petabyte menjadi 2.221 Petabyte. Sedangkan jika dihitung per triwulan, pada triwulan II tahun 2020 trafik data meningkat 22% dibandingkan triwulan sebelumnya.

Selama semester 1 2020, XL Axiata memperkenalkan beberapa penawaran baru, yaitu fitur XTRA UNLIMITED TURBO dan 1 jam Unlimited untuk pelanggan prabayar XL, serta paket Edu-Pack untuk pelanggan AXIS, serta myPRIOHOME untuk pelanggan pascabayar Prioritas.

Penggunaan TI digital, kecerdasan buatan dan analitik data juga akan terus digunakan XL Axiata untuk mengidentifikasi kebutuhan setiap segmen pelanggan akan layanan telekomunikasi dan data. Dengan demikian perusahaan dapat lebih tepat dalam membuat produk layanan baru yang dibutuhkan oleh setiap segmen pelanggan. Selain itu, penawaran produk juga bisa lebih tepat sasaran, sesuai karakter masing-masing segmen.

Pandemi Covid-19 tidak menghalangi XL Axiata untuk terus membangun jaringan. Hingga akhir Juni 2020, XL Axiata tercatat memiliki total lebih dari 139 ribu Base Transceiver Station (BTS). Jumlah ini meningkat sekitar 10% dari jumlah BTS pada periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah itu, 49.744 merupakan BTS 4G. Sedangkan jika dilihat dari cakupan wilayah yang luas, jaringan 4G XL Axiata telah melayani pelanggan di 456 kota / kabupaten di hampir seluruh provinsi di Republik Indonesia.

Dalam rangka mempersiapkan jaringan menuju 5G, XL Axiata juga melanjutkan proses fiberisasi jaringan. Hingga saat ini, proses ini telah mencapai 60% dari total target di tahun 2020. Fiberisasi ini juga mendukung peningkatan kualitas jaringan data di setiap wilayah karena salah satu manfaat dari proses ini adalah kapasitas jaringan transport menjadi lebih besar. Fiberization terbukti mampu meningkatkan kualitas jaringan untuk mendukung sejumlah layanan data dengan kapasitas besar, seperti live video streaming.

XL Home dan Live One adalah andalan baru

XL Home FiberXL Axiata juga tidak berhenti menyiapkan layanan inovatif yang bisa menjadi tumpuan bisnis di masa depan. Salah satunya adalah layanan XL Home yang terus meningkatkan kualitas layanannya, termasuk memperluas jaringannya. Layanan broadband untuk segmen keluarga ini telah mengembangkan cara atau model baru yang efektif untuk meningkatkan homepass. Hasilnya terbukti efektif dan berkontribusi pada peningkatan jumlah koneksi yang saat ini mencapai 65 ribu pelanggan.

Hingga saat ini XL Home telah melayani pelanggan di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Denpasar, Yogyakarta, dan Bandung. XL Home telah membangun jaringan serat optik yang mampu menjangkau sekitar 350 ribu homepass.

Layanan kedepannya yang sudah disiapkan adalah Live.On. Layanan ini memungkinkan setiap pengguna memiliki kendali penuh atas layanan data paket data besar dengan satu kuota untuk menentukan semua aplikasi, jaringan, dan periode penggunaan yang diperlukan. Pengguna juga akan mendapatkan kecepatan akses maksimal, sisa akumulasi data hingga 1.000 GB. Layanan ini sepenuhnya digital. XL Axiata berharap layanan ini dapat menjawab harapan pelanggan di masa mendatang yang memiliki karakter sangat dinamis.