Samsung Tech Institute Perbesar Peluang Kerja Bagi Lulusan SMK

ASUS TUF Dash F15 (FX516): Laptop All-Rounder untuk Belajar, Bermain, dan Berkarya
Institut Teknologi Samsung

KKualitas sumber daya manusia merupakan faktor fundamental dalam meningkatkan daya saing dan produktivitas tenaga kerja dalam menghadapi bonus demografi yang semakin menantang. Hal inilah yang kemudian mendasari Samsung pada tahun 2013 untuk mendirikan Rumah Belajar melalui program Samsung Tech Institute (STI).

Samsung memberikan pelatihan perbaikan alat elektronik untuk kaum muda dengan berbagai latar belakang. Sehingga lulusannya memiliki skill yang lebih dan mampu bersaing untuk mendapatkan pekerjaan. Menurut Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship di Samsung Electronics Indonesia, dalam menghadapi persaingan keahlian tenaga kerja, pendidikan vokasi dituntut untuk meningkatkan kualitas dan mengembangkan konsep pembelajaran yang memberikan hasil yang signifikan dalam peningkatan keterampilan atau kompetensi.

Baca juga: Review Samsung Galaxy A72: Grade Up, Cita Rasa Unggulan Menengah

“Sejak tahun 2013, Samsung Tech Institute telah menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. Program STI memberikan kesempatan kepada siswa untuk memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, dan mampu meningkatkan kesempatan kerja ketika lulus nanti. Inisiatif ini juga mendukung program link and match yang digaungkan pemerintah sejak 2017, ”kata Ennita.

Kurikulum Samsung Tech Institute yang Diperkaya

Institut teknologi SamsungPada tahun 2017, program ini disempurnakan dengan pengayaan kurikulum dan sasaran penerima manfaat yaitu SMK agar tercipta lulusan yang dapat diserap langsung oleh industri. Dengan menghadirkan tiga kurikulum yang terdiri dari kelas Home Appliances (HA), Audio Video (AV) dan Hand Held Products (HHP) untuk kelas 10, 11 dan 12, program STI ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan cita-cita kepresidenan. Instruksi Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

Selain memberikan kurikulum pelatihan yang sama dengan keterampilan dasar yang diterapkan pada Pusat Servis Samsung, Samsung juga memfasilitasi siswa dan guru untuk melaksanakan praktik lapangan industri di Pusat Servis Samsung dan afiliasinya. Tidak hanya itu, lulusan Samsung Tech Institue juga mendapat prioritas dari Samsung untuk mengikuti proses rekrutmen di Samsung Service Center dan afiliasinya di seluruh Indonesia.

Baca:  Cara Mengatasi Android Samsung Mati Total

“Kurikulum yang diberikan membuka kesempatan bagi kami untuk mengasah skill dan juga meningkatkan kompetensi dalam menangani kerusakan perangkat elektronik. Kemampuan inilah yang membuat kami siap bekerja dan berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai Teknisi Elektronika Konsumen,” ujar Wawan Bima Saputra dan Yudha Anggoro Putra yang merupakan alumni lulusan STI Kediri (SMK Al-Huda Kota Kediri) tahun 2020.

Hingga saat ini, 789 lulusan STI angkatan 2017 telah lulus pada tahun 2020. Beberapa diantaranya sudah mendapatkan pekerjaan, baik sebagai teknisi maupun yang terkait dengan industri elektronika. Beberapa diantaranya juga membuka bidang usaha baru yaitu bengkel perbaikan HHP.

Dalam melaksanakan program STI, Samsung juga memberikan Training of Trainer bagi para guru yang dilakukan secara rutin setiap tahun. Seluruh kurikulum disampaikan dengan mengedepankan teknologi digitalisasi, sehingga siswa dan guru dapat mengoptimalkan teknologi untuk proses pembelajaran yang lebih efektif.

Melalui kemitraan dengan 70 SMK, program STI telah berhasil menjamah 6.000 siswa dan 150 guru di seluruh Indonesia. Kedepannya, Samsung akan terus berupaya memberikan kesempatan kepada SMK lainnya di Indonesia untuk mengikuti program Samsung Tech Institute.

“Kami selalu ingin memotivasi generasi muda khususnya siswa SMK agar tetap berprestasi dan percaya diri. Bahwa menjadi lulusan SMK yang terampil dan berkompeten, serta berkarakter, cerdas, dan produktif dapat berdampak positif. pada diri sendiri dan mampu membuka kesempatan yang sama dengan lulusan lainnya untuk memasuki dunia kerja, ”pungkas Ennita.