Tak Perlu Antre, Daftar Baru & Perpanjang SIM Bakal Bisa Melalui Aplikasi

Qualcomm Snapdragon Sound Ciptakan Standar Audio Nirkabel Berkualitas
Ilustrasi smartphone aplikasi ekstensi SIM

SSejak dua tahun lalu, pemerintah telah membuat Indonesia 4.0 yang merupakan perubahan besar di berbagai bidang melalui kombinasi teknologi yang mereduksi sekat-sekat antara dunia fisik, digital, dan biologis. Kemudian polisi pun merespon dengan mengadopsi teknologi terkini, salah satunya pengembangan aplikasi perpanjangan SIM online.

Jargon era 4.0 menciptakan sindrom bagi sejumlah kalangan. Jika dulu agensi punya website biar kelihatan keren, sekarang kita lanjutkan ke aplikasinya. Lagipula, jika hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tentu patut untuk didukung.

Terlebih lagi, perpanjangan SIM adalah salah satu rutinitas lima tahun yang paling merepotkan. Pasalnya harus ke kantor polisi, antrean panjang atau surat izin mengemudi mobil, yang jadwalnya berbeda-beda setiap hari. Belum lagi jika Anda hanya terlambat 1 hari, Anda harus mengikuti prosedur pembuatan yang baru dengan mengikuti serangkaian ujian.

Ditambah dengan pandemi di mana orang tidak diperbolehkan berkumpul, memperbarui kartu SIM secara manual semakin tidak relevan. Kabar baiknya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menyiapkan permohonan perpanjangan SIM (Surat Izin Mengemudi).

Baca juga: Tingkat Keselamatan Pengemudi dan Penumpang, Gojek Gandeng Polisi

Aplikasi Perpanjang SIM Juga Berlaku untuk Daftar Baru

ilustrasi aplikasi ekstensi sim online

Aplikasi perpanjangan SIM yang akan dihadirkan terdiri dari SIM A dan SIM C. Cukup akses dengan aplikasi ekstensi SIM dari rumah, SIM yang telah diperpanjang jangka waktunya akan dikirimkan.

Tidak hanya memperpanjang SIM, aplikasi tersebut juga akan menyertakan pengelolaan SIM baru. Untuk program ujian tertulis dan semua pengurusan SIM baru, prosesnya dilakukan secara online.

Menurut polisi, hal itu dilakukan untuk mendukung empat program unggulan Polri yang baru. Kapolres Presisi, Polisi Umum Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Sc. Program itu untuk mempercepat perubahan budaya Polri yang humanis dan mengabdi.

Baca:  Biar Ringkas! Begini Cara Menjadikan Google Sebagai Halaman Awal dan Beranda Chrome

Lalu Lintas Mabes Polri, Inspektur Jenderal. Pol. Drs. Istiono, M.H., mengatakan melalui empat program unggulan tersebut akan digunakan teknologi informasi. Dimulai dengan pelayanan publik di bidang penegakan hukum, atau electronic traffic lawcement (ETLE), maka aplikasi perpanjangan SIM akan segera diluncurkan.

“Rencananya April akan kami luncurkan. Kami akan terus bekerja keras agar hal ini cepat terwujud,” kata Istiono (12/3).

Ia menambahkan, ke depan semua penegak hukum akan menggunakan mesin. Untuk ETLE, kemungkinan terus berkembang hingga akhir tahun, program ini akan terus berjalan. Selanjutnya, Polri akan memberikan fasilitas pemberian izin SIM sepeda motor dan mobil hanya melalui aplikasi. Ia berharap dengan adanya aplikasi ini masyarakat tidak perlu datang ke Samsat untuk memperpanjang SIMnya. Cukup mengakses aplikasi dari rumah, SIM yang sudah diperpanjang akan langsung terkirim ke rumah masing-masing.

Sedangkan program unggulan keempat yang akan diluncurkan pada akhir April 2021 adalah National Digital Samsat. Kapolri berharap sebelum Lebaran semua program ini bisa diselesaikan.

Juga Rilis Aplikasi Pengaduan Masyarakat

E-dumas
E-dumas bisa menjadi wadah pengaduan online bagi masyarakat (Iwo Sumbar)

Sebelumnya, Polri telah meluncurkan aplikasi e-Dumas (pengaduan masyarakat) yang dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan pengaduan secara online tanpa harus datang ke kantor polisi. Peluncuran aplikasi ini sebagai bentuk layanan untuk memudahkan masyarakat. Menurut Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, aplikasi e-Dumas juga mampu menjadi media yang sangat efektif bagi masyarakat.

Ia menambahkan, saat ini polisi masih melakukan sosialisasi aplikasi e-Dumas kepada masyarakat dan optimistis aplikasi tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. “Ini media yang efektif, karena masyarakat bisa langsung mengetahui progres penanganan perkara yang dilaporkan,” pungkasnya.